Home / Metodologi / Focus Group Discussion

Focus Group Discussion

Focus Group Discussion (FGD) adalah metode penelitian kualitatif yang dilakukan melalui diskusi terarah dalam kelompok kecil responden, yang dipandu oleh moderator berpengalaman. Metode ini dirancang untuk mengeksplorasi persepsi, opini, pengalaman, dan dinamika sosial yang muncul dari interaksi antar peserta.

Berbeda dengan wawancara individual, FGD memanfaatkan dinamika kelompok untuk memunculkan perspektif yang lebih kaya. Interaksi antar peserta sering kali memicu respons spontan, klarifikasi, maupun perbandingan pengalaman yang menghasilkan insight lebih komprehensif. Jumlah anggota kelompok yang optimal adalah 6 – 10 orang per kelompok.

Tujuan Utama FGD

FGD digunakan untuk memahami:

  • Persepsi kolektif terhadap suatu isu, produk, atau kebijakan
  • Respons emosional dan rasional terhadap konsep baru
  • Pola opini yang berkembang dalam suatu kelompok sosial
  • Dinamika pengambilan keputusan dalam konteks sosial

Metode ini sangat efektif dalam tahap eksplorasi awal sebelum survei kuantitatif, maupun sebagai pendalaman atas temuan survei.


Karakteristik Pelaksanaan

  • Peserta 6–10 orang dengan karakteristik homogen sesuai kriteria riset
  • Dipandu oleh moderator profesional menggunakan discussion guide
  • Durasi umumnya 90–120 menit
  • Direkam dan didokumentasikan untuk analisis tematik
  • Analisis dilakukan melalui identifikasi pola, isu dominan, dan konsensus/konflik opini

Kapan FGD Tepat Digunakan?

✔ Uji konsep produk atau layanan
✔ Evaluasi kampanye komunikasi atau brand positioning
✔ Studi persepsi publik
✔ Pengembangan kebijakan berbasis partisipasi
✔ Eksplorasi isu sosial atau layanan publik


Nilai Strategis

FGD memberikan insight kolektif yang tidak muncul dalam wawancara individual.
Metode ini memungkinkan organisasi memahami bukan hanya apa yang dipikirkan individu, tetapi bagaimana opini terbentuk, dipengaruhi, dan dinegosiasikan dalam konteks sosial.

Dalam konteks pengambilan keputusan strategis, FGD membantu mengidentifikasi risiko persepsi, peluang diferensiasi, serta faktor emosional yang dapat memengaruhi keberhasilan implementasi kebijakan atau strategi bisnis.

Top