Pengukuran Nilai Tingkat Kegemaran Membaca (TGM)
Pengukuran empiris perilaku, frekuensi, dan kebiasaan membaca masyarakat berbasis metodologi standar Perpustakaan Nasional RI guna mengevaluasi efektivitas program literasi di tingkat kabupaten/kota dan provinsi.
Memetakan Kebiasaan Membaca Riil Masyarakat
Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) adalah tingkat perilaku atau kebiasaan masyarakat dalam memperoleh pengetahuan dan informasi dari berbagai bentuk media bacaan cetak maupun elektronik. Iconesia mendampingi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah dalam menyelenggarakan survei TGM yang representatif, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah.
5 Unsur Pembentuk Indeks Nilai TGM
Indikator terukur yang mencakup aspek membaca konvensional serta pemanfaatan media digital.
Frekuensi Membaca
Tingkat keseringan atau intensitas membaca bahan bacaan (buku, majalah, koran, artikel) dalam kurun waktu satu minggu.
Durasi Waktu Membaca
Alokasi rata-rata waktu yang dihabiskan responden secara sukarela untuk membaca setiap harinya (dihitung dalam satuan jam/menit).
Banyaknya Bahan Bacaan
Jumlah eksemplar atau judul bahan bacaan fisik/elektronik yang berhasil dibaca dan diselesaikan dalam periode 3 bulan terakhir.
Frekuensi Akses Internet
Seberapa sering responden mengakses internet khusus untuk mencari bahan bacaan, buku elektronik (e-book), atau artikel pengetahuan.
Durasi Akses Internet
Lama waktu harian yang dialokasikan masyarakat saat berselancar secara daring untuk membaca atau menggali konten edukatif.
Klasifikasi Kategori Capaian Nilai TGM
| Rentang Skor TGM | Kategori Capaian | Interpretasi Budaya Membaca Masyarakat |
|---|---|---|
| 80,01 – 100,00 | Sangat Tinggi | Masyarakat membaca hampir setiap hari (>5 kali/minggu) dengan durasi lebih dari 2 jam per hari. |
| 60,01 – 80,00 | Tinggi | Membaca 3–4 kali/minggu dengan durasi rata-rata 1 hingga 2 jam per hari. |
| 40,01 – 60,00 | Sedang | Membaca 1–2 kali/minggu dengan durasi membaca sekitar 30 menit hingga 1 jam per hari. |
| 20,01 – 40,00 | Rendah | Membaca kurang dari 1 kali seminggu dengan durasi sangat terbatas (di bawah 30 menit). |
| 0,00 – 20,00 | Sangat Rendah | Masyarakat belum menjadikan aktivitas membaca sebagai bagian dari rutinitas harian. |
Metodologi Survei Iconesia
Sampling ilmiah dengan representasi demografi yang seimbang di seluruh wilayah:
- Stratified Random Sampling: Menjangkau berbagai strata usia (pelajar, mahasiswa, pekerja, dan umum) di seluruh kecamatan/wilayah studi.
- Face-to-Face & CAPI Digital: Wawancara langsung menggunakan aplikasi survei berkoordinat GPS dan waktu perekaman untuk menjamin keaslian data responden.
- Analisis Preferensi Konten: Menggali jenis bahan bacaan yang paling diminati untuk dasar pengadaan buku koleksi dinas perpustakaan.
Manfaat bagi Dinas & Pemerintah Daerah
Data empiris yang esensial untuk penyusunan kebijakan peningkatan literasi daerah:
- Pemenuhan IKU Kepala Daerah: Dokumentasi capaian indikator kegemaran membaca untuk pelaporan LKPJ dan LPPD tahunan.
- Integrasi dengan IPLM: Melengkapi kajian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dari sisi konsumsi/perilaku publik.
- Rekomendasi Program Literasi Tepat Sasaran: Rujukan dalam merancang program duta baca, perpustakaan keliling, dan Pojok Baca Digital (POCADI).